Film Indonesia Rekomendasi Juara

Film Indonesia tidak lagi dianggap sebelah mata lagi kini. Berkat kerja keras pembuat film, beberapa film karya anak bangsa mendapatkan penghargaan bergengsi kelas dunia. Hal ini mendongkrak popularitas dan kualitas perfilman Indonesia. Membuat dunia dan kita membuka mata untuk melihat karya cerdas dari bangsa sendiri dan banyak yang kita bisa lihat dan banyak tips melihat nonton bioskop juga.

Jangan pandang sebelah mata lagi

Namun banyak dari kita yang kurang paham film mana yang mendapat penghargaan tersebut. kita masih sibuk dengan tayangan-tayangan yang kurang bermutu dan membuta dengan karya-karya cerdas lainnya. Berikut penulis merangkum beberapa film karya anak bangsa yang bisa Anda tonton nantinya. Film-film ini mendapat beberapa penghargaan berstandar internasional dan bisa untuk eksis di tingkat dunia.

Battle of Surabaya

Film animasi ini merupakan animasi Indonesia yang menceritakan sejarah Indonesia pada zaman penjajahan dengan tema animasi. Jika biasanya kita akan melihat aktor atau aktris yang berperan secara nyata dalam film, maka animasi ini merupakan terobosan baru dalam perfilman Indonesia.

Film ini juga menjadi bahan ajar yang sangat relevan dan menarik bagi banyak orang untuk lebih paham dengan sejarah lewat penyampaian animasi. Penghargaan yang di dapat oleh film ini adalah Milan International Film Maker Festival 2017 sebagai animasi terbaik. Film ini melibatkan 10 animator bangsa berbakat.

Istirahatlah Kata-kata

Selain animasi tadi, ada pula film yang berkisah tentang penyair Wiji Thukul. Film ini meraih penghargaan di Film Festival Love Is Folly di Bulgaria. Selain filmnya, sang sutradara juga meraih penghargaan Grand Prix atas film pendeknya yang berjudul “A Lady Caddy Who Never Saw a Hole-in-One” di Tokyo. Sudah tidak diragukan bukan kualitas film dan sutradaranya? Keduanya bahkan bisa menerima penghargaan internasional.

Humba Dreams

Film yang membawa latar Sumba ini mendapat penghargaan atas CJ Entertainment Award Asian Project Market 2017. Film ini menjadi film Indonesia yang berkualitas dengan menonjolkan keindahan Sumba sebagai latar dan memiliki cerita yang berbeda dengan kebanyakan film Indonesia lainnya.

Ruah

Film ini memperoleh penghargaan Singapore International Film Festival yang ke 28. Film ini juga sempat diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2016 dan juga diberi Piala Citra sebagai film pendek terbaik. Film ini mempunyai judul internasional yaitu The Malediction” yang memiliki tema poligami.

Mobil bekas dan kisah-kisah dalam putaran

Film ini memiliki judul internasionalnya yaitu “The Carousel Never Stops Turning”. Film ini sempat diputar di program Crosscut Asia #04: What’s Next from Southeast Asia. Kemudian di putar di Tokyo International Film Festival.

Sebelumnya film ini juga pernah tayang di Busan International Film Festival September 2017. Film ini mengisahkan tentang berbagai kisah manusia. Ada sebuah kisah tentang petani yang mengalami penggusuran, pelacur yang hendak melarikan diri dan lain sebainya. Kisah-kisah tersebut dirangkum menjadi satu film untuk menjabarkan keadaan manusia yang berbeda-beda.

Athirah

Film ini merupakan kisah perempuan yang tak lain merupakan wanita tangguh ibunda Jusuf Kalla. Pemain utamanya pun mendapat Piala Citra dengan kategori Pemain Wanita Terbaik. Hal ini dikarenakan akting dari Cut Mini Theo mampu memukau penonton dengan apik.

Selain itu, film ini juga mendapat piala untuk kategori film terbaik. Tambahan pula, ada 4 Piala Citra lainnya untuk beberapa kategori yang tak kalah hebatnya. Di antaranya adalah kategori Sutradara terbaik lalu ditambah dengan penulis skenario adaptasi terbaik. Karena film ini merupakan adaptasi dari sebuah buku, jadi film ini masuk pada kategori untuk penulis skenario adaptasi terbaik dan memenangkan Piala Citra tersebut.

Selain itu, ada pula penghargaan pada kategori penata busana terbaik, pengarah artistik terbaik untuk bagian produksi film-film ini juga mendapat banyak komentar positif yang dilayangkan saat pemutarannya di 3 negara yaitu Kanada, Korea Selatan dan Tokyo pada festival film internasional mereka.